SUMATERA SELATAN

Fluktuasi Harga Karet Dipengaruhi Oleh Ini

PALEMBANG.JARRAKPOSSUMATERA – Sebagai salah satu negara penghasil karet terbesar, Indonesian tentu sangat menginginkan harga jual karet yang tinggi. Sebab, hal tersebut berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat terutama Sumatera Selatan.

Pemerintah bahkan telah merumuskan cara yang paling efektif untuk menstabilkan harga komoditi tersebut dengan menciptakan permintaan domestik. Hal tersebut sudah dilakukan untuk minyak kelapa sawit dengan B20 hingga B100 dan untuk karet, arahan dari Presiden adalah untuk segera memulai dengan jalan-jalan yang dilapis karet.

Kendati demikian, menurut Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil, Dinas Perkebunan Pemrov Sumsel, H Rudi Arpian harga karet tetap dipengaruhi oleh situasi global.

Misalnya, kata dia, ketika konflik AS dan Iran memanas harga karet terkerek naik, tetapi merosot lagi ketika AS dan Iran mundur dari konflik.

“Lalu, permintaan dari industri ban meningkat 1.5% tahun 2020 akibat pulihnya perdagangan AS dan Cina namun kembali terganggu dengan adanya wabah virus Corona di Cina yg akan membuat kegiatan ekonomi Cina terhenti sehingga pertumbuhan ekonomi akan turun, berakibat permintaan karet Cina berkurang, apalagi Cina adalah importir terbesar dari karet alam,” jelas dia.

Selain itu, tambah Rudi, serapan konsumsi karet Nasional harus ditingkatkan, Proyek jalan menggunakan Aspal karet harus diperluas. Pemerintah Daerah, BUMD maupun BUMN harus menggunakan bahan baku karet dalam proyeknya.

“Harus ada upaya lain. Inovasi baru melalui pemanfaatan karet dan biji karet alam sebagai bahan baku nabati selain kelapa sawit supaya permintaan karet meningkat kembali,” pungkasnya. (danu)

Editor: arie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *